Liburan dan Kacamata Iman di Awal Mei
Oleh: Danu Aris Setiyanto
Pada minggu ini, 1-7 Mei 2016, Indonesia disuguhkan dengan peristiwa penting. Peristiwa penting tersebut dari bidang ekonomi, keamanan, pendidikan, agama, dan hukum. Tanggal 1 Mei 2016 tercatat sebagai hari buruh Internasional. Kalender Indonesia pun sebenarnya tertanda khusus untuk hari ini namun hari itu kebetulan juga hari ahad sehingga otomatis hari itu libur. Tanggal 1 Mei ini juga tercatat sebagai hari dibebaskannya 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf.
Tanggal 2 Mei 2016 tercatat sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari ini menjadi hari evaluasi pendidikan Indonesia yang dianggap sebagian orang belum bisa menemukan model pendidikan yang ideal disaat ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang, pendidikan karakter seolah menjadi wacana semata dalam sebuah realita.
Tanggal 1 dan 2 Mei 2016 juga tidak lepas dari adanya demo masyarakat yang berujung ricuh. Awal Mei dipenuhi dengan demo kaum buruh yang menuntut adanya tingkatan kesejahteraan kaum buruh, sementara itu mahasiswa UGM demo pada tanggal 2 mei 2016 saat hari Pendidikan Nasional. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kenaikkan uang tunggal dan pembayaran uang pangkal serta menuntut pencairan dana tunjangan kinerja bagi PNS tenaga kependidikan (nondosen) selama 18 bulan.
Ditengah nilai-nilai pendidikan sedang diperingati, kasus pembunuhan dalam di lingkungan pendidikan justru terjadi dengan sangat tragis. Di UGM, mayat perempuan ditemukan di kamar Mandi di gedung Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam (MIPA) tepat 2 Mei 2016. Pada hari yang sama, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Kependidikann, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara menikam dosennya Nurain Lubis, 63, hingga meninggal di toilet kampus Medan.
Sejumlah peristiwa lain adalah adanya liburan panjang. Liburan ini bisa dinikmati oleh sebagian besar orang Indonesia. Hari Kamis dan Jumat, 5-6 Mei 2016 adalah hari libur dan hari religi bagi warga negara Indonesia. Bagaimana tidak, tanggal 5 diperingati sebagai hari Kenaikkan Isa Al Masih dan tanggal 6 Mei diperingati sebagai hari peringatan Isra Miraj. Hari peringatan dua agama yang berbeda ini secara berurutan bisa saja disebut sebagai sebuah kebetulan semata. Hal ini juga menunjukkan indikasi bahwa Indonesia adalah negara yang religius, negara Yang Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 1945, Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 dan Pancasila. Walaupun dalam praktek keberagamaan tersebut tergantung kepada masing-masing individu. Bagi umat Islam sendiri peringatan Isra’ Miraj juga tidak sepenuhnya diperingati sebagai sesuatu yang sakral. Hal ini dimaklumi karena peringatan tersebut secara hukum masih diperselisihkan hukumnya, sebagian mengatakan adanya larangan untuk memperingatinya dan yang lain sebagian mengatakan kebolehannya.
Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad hingga akhinya ke Sidratul Muntaha yang terjadi pada malam 27 Rajab, tahun ke-10 kenabian. Nabi Muhammad saat itu melakukan perjalanan yang sangat jauh hanya hanya cukup dengan satu malam. Tanpa keberadaan pesawat peristiwa tersebut dapat terjadi dengan Kekuasan Tuhan. Sehingga, peristiwa tersebut tidak bisa dibenarkan kecuali dengan kacamata Iman.
Setelah liburan usai, maka tepat hari Sabtu, tanggal 7 Mei 2016 para pelajar SMA/SMK harus siap menerima hasil Ujian Nasional yang dilaksanakan sebulan sebelumnya.
Sejumlah peristiwa di atas haruslah disadari sebagai suatu bentuk pembelajaran kepada manusia yang ada di dunia ini. Segala peristiwa yang ada hendaklah disikapi positif dan diambil hikmahnya. Seorang Insan yang bertaqwa hendaklah memandang bahwa semua peristiwa itu bukanlah suatu kebetulan semata, namun harus dimaknai sebagai sebuah ketentuan Tuhan dan diambil maknanya serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke depan dengan lebih baik.
Liburan Panjang berarti waktu yang senggang untuk sejenak bersama orang-orang terdekat untuk bisa berbagi dan bahagia. Hal ini idealnya juga digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Saat memiliki waktu luang maka bukan berarti digunakan hanya untuk bersenang-senang semata, bukan untuk dihabiskan dengan perjalanan pariwisata yang berbau kriminal ataupun kejahatan, atau juga untuk perjalanan yang tidak berguna lainnya. Waktu liburan panjang sebaiknya digunakan untuk berkunjung ketempat-tempat yang bermanfaat sekaligus untuk pariwisata rohani.
Jika diamati orang Indonesia menggunakan waktu berlibur bervariasi. Sebagian orang memanfaatkannya untuk berkunjung/silahturahmi kepada sanak saudara, orang tua dan sebagainya; Sebagian lain ada juga yang pergi ke pantai, ke puncak gunung; Sebagian lain hanya berkumpul di rumah; Sebagian lain sibuk dengan sejumlah aktifitas dan seterusnya. Sebagi orang yang berada di lingkungan pendidikan maka waktu tersebut bisa digunakan untuk mengunjungi toko buku, perpustakaan atau pameran buku yang sudah difasilitasi oleh instansi tertentu di kota tertentu. Jika sebagai orang yang suka dalam dunia alam, maka bisa saja waktu tersebut digunakan untuk mentadaburi alam semesta ini dan memaknainya sebagai kekuasaan Tuhan.
Maka berdasarkan penjelasan di atas maka sudah saatnya menggunakan waktu luang itu untuk hal yang bermanfaat. Berbagai peristiwa penting dan sudah berlalu adalah Ayat Kauniyah Tuhan haruslah digali dan diambil hikmahnya supaya orang bisa menjadi lebih baik dalam hidupnya.
Kehidupan dunia yang hanya berisi sundau gurau ini, tiadalah berarti kalau tanpa mengamalkan kebaikkan yang luas di waktu hidup di dunia yang sempit. Selain itu, ingatlah bahwa manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat kepada manusia yang lain.
Gunakanlah kacamata Iman untuk membaca apa yang ada sebagai sebuah bukti keberadaan Tuhan.
Semoga bermanfaat.
Surakarta, 7 Mei 2016.


0 comments:
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar!