Oleh: Danu Aris Setiyanto
Ketika masih saat Sekolah Dasar (SD) sebuah pertanyaan yang sulit dalam
lembar kerja siswa (LKS) terkadang tidak bisa dijawab dengan jawaban
yang tepat. Apalagi pertanyan tersebut membutuhkan referensi lain yang
tidak dimiliki, maka dipastikan jawaban akan salah atau hanya bertemu
sebuah keberuntungan nasib. Hal ini berbeda dengan anak SD tahun 2016 di
abad modern, saat mereka tidak mengetahui hal yang sulit dalam mata
pelajaran tertentu terkadang cukup mencari di mesin pencarian Google.
Realita kehidupan di abad modern memang mendorong orang untuk mencari jawaban dari sebuah pertanyaan dengan praktis. Fenomena di atas bukan hanya anak SD saja, tapi dilakukan disemua level pendidikan sudah menggunakan mesin pencari ini untuk memudahkan akses keilmuan. Tetapi perlu diingat bahwa setiap apa yang dijawab lewat google haruslah tanpa melupakan dan mengabaikan nilai-nilai dan kode etik tertentu. Misalnya, larangan plagiasi dalam dunia pendidikan lewat google.
Tahun 2016, siapakah yang tidak kenal dengan mesin pencari google? Tentu saja sebagian besar manusia mengetahui hal ini. Sebuah buku berjudul “Who is GOD? Mencari Tuhan Lewat Google” merupakan salah satu buku murah yang bisa ditemukan saat pameran di Surakarta beberapa waktu lalu. Buku ini sudah masuk dalam buku diskon terbesar. Selain itu, buku ini bisa dijumpai dengan sangat mudah pula dalam Google Books. Hal ini mungkin wajar karena buku ini sudah diterbitkan sejak tahun 2009. Walaupun sudah sekitar enam tahun sejak diterbitkan buku di atas, maka membacanya dan menanggapinya tentunya bukanlah hal terlambat.
Tulisan ini diharapkan bisa menjadi review buku tersebut serta memiliki peran inspiratif dengan menanggapi terhadap fenomena kemungkinan adanya kehidupan di Planet Mars beberapa waktu lalu.
“Who Is God ?” mungkin salah satu sebagai kalimat tanya yang sakral karena menyangkut nilai teologis seseorang. Tapi siapa sangka pertanyaan ini adalah judul dari sebuah buku dari seorang penulis dan sutradara terkenal di Indonesia, Garin Nugroho dan Nurjanah Intan. Garin lewat bukunya tersebut menggali sisi spiritualitas manusia di masa modern. Menurutnya, saat ini banyak manusia merasa dan menganggap Tuhan jauh dari manusia. Padahal menurutnya, Tuhan sangat dekat dengan manusia. Sedangkan Nurjannah Intan merupakan perempuan yang aktif melakukan diskusi tentang keberadaan Tuhan di abad modern.
Diklaim dalam buku tersebut bahwa “Who is God?” adalah pertanyaan yang sering muncul dalam mesin pencarian google periode tahun 2007. Pertanyan ini adalah fakta mengejutkan dari apa yang terdapat dalam Google Zeitgeist. Perlu diketahu, situs ini merupakaan data statistik secara otomatis yang dihasilkan dari jutaan pencarian yang dilakukan lewat google dalam perode waktu tertentu.
Jika kita belajar sejarah Nabi Ibrahim, peristiwa di atas tentulah bukanlah hal baru yaitu manusia berusaha mencari Tuhan. Pencarian Tuhan seakan misteri kehidupan bagi manusia itu sendiri. Peradaban sudah silih berganti, dunia juga sudah maju berkembang. Namun manusia tak berhenti mencari Tuhan. Mereka yang bertemu Tuhan adalah orang yang yakin akan keberadaanNya saja melalui bukti ciptaan-Nya dan bukti firman-Nya.
Tak berhenti sampai disitu sebuah situs dari Google Trends, dengan fungsi yang serupa seperti situs di atas menyatakan bahwa salah satu pertanyaan yang sering muncul tahun 2015 di google adalah “Life on The Red Planet?” atau Is There life on Mars? Pertanyaan ini termasuk kategori pertanyaan mengenai Planet, dan Planet Mars adalah kategori planet yang paling dicari setelah planet bumi. Berikutnya tertulis penjelasan sebagai berikut:
“In late September, NASA scientists discovered water flowing across the surface of Mars. This was a potential breakthrough in both the search for life beyond Earth and human hopes to one day travel there”.
Memang beberapa ayat al-Quran tidak menutup adanya kehidupan selain di bumi seperti dalam surat ar-Rahman: 33. Dalam surat ini ada semisal tantangan yang diberikan kepada manusia untuk mencari kehidupan selain di bumi. Ayat ini bisa dimaknai bahwa mencari dan menemukan kehidupan di planet selain bumi adalah hal yang sangat sulit. Bisa terbukti dengan biaya besar, teknologi yang canggih, pengetahuan yang tinggi, namun manusia hanya sebatas menemukan potensi kehidupan di planet mars. Padahal planet ini secara keilmuan planet yang masih dekat dengan bumi. Itupun manusia belum ada yang hidup di Mars hingga sekarang. Artinya kehidupan selain di bumi hanya Allahlah yang Maha Tahu dan manusia akan kesulitan untuk menemukannya.
Begitulah, upaya manusia mencari Tuhan hingga manusia mencari kehidupan selain bumi lewat google.
Seorang muslim, hendaknya memiliki keyakinan kuat bahwa hanya Allah yang Maha mengetahui dan Maha Benar. Dengan keyakinan inilah manusia idealnya terus berusaha belajar ilmu pengetahuan untuk membuktikan Kekuasan Tuhan, bukan me-Tuhan-kan ilmu Pengetahuan. Ingatlah, bahwa hakikat manusia adalah lemah dan hanya berusaha dengan izin Tuhan.
_______Mengenal Tuhan bukanlah sesuatu yang rumit. Anda tak perlu menganggap Tuhan sebagai sesuatu yang sulit dijangkau oleh tangan anda. Berjabat tangan dengan Tuhan artinya membuka hati anda untuk berbuat kebaikan(~ ~ ~)___________
Semoga bermanfaat.
Surakarta, 11 April 2016


0 comments:
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar!