Oleh: Danu Aris Setiyanto
Masjid di Indonesia begitu mudah dijumpai apalagi di pulau Jawa dan terletak di perkotaan. Walaupun demikian, saat dalam kondisi dalam perjalanan yang dekat saja untuk sekedar shalat wajib kadang harus memilih masjid yang paling tepat. Hal ini diharapkan menemukan masjid yang nyaman, aman, dan bersih. Bukan hanya sampai disitu saja, saat harus melakukan ibadah di masjid kadang harus memperhatikan ideologi dalam masjid. Faktor ini bisa diabaikan atau bisa dianggap hal penting, karena ketika ideologi masjid sedikit berbeda maka sebaiknya segera bisa menyesuikan dengan kondisi yang ada, jangan sampai berontak atau malah kebingungan. Ideologi inilah yang bisa kadang bisa dipahami sebagai sebuah politik dalam masjid itu sendiri. Mereka yang memiliki ideologi sama biasanya mereka memiliki organisasi tersendiri.
Sebuah artikel singkat pernah didapatkan, dan tulisan berikut merupakan sebuah ringkasan yang perlu diperhatikan untuk melihat hubungan masjid dan politik. Hingga sekarang jarang orang melihat masjid sebagai tempat politik praktis. Tetapi politik itu cenderung konsep yang tak tampak secara langsung atau tersembunyi. Keberadaan masjid merupakan simbol agama Islam di suatu wilayah, tetapi apakah masjid murni untuk ibadah dan bersujud atau memang ada unsur kepentingan kekuasaan/politik atau adakah unsur lain. Tulisan ini diharakan menambah wawasan keilmuan tentang hubungan politik dan masjid walaupun disajikan secara singkat.
Sebuah artikel singkat pernah didapatkan, dan tulisan berikut merupakan sebuah ringkasan yang perlu diperhatikan untuk melihat hubungan masjid dan politik. Hingga sekarang jarang orang melihat masjid sebagai tempat politik praktis. Tetapi politik itu cenderung konsep yang tak tampak secara langsung atau tersembunyi. Keberadaan masjid merupakan simbol agama Islam di suatu wilayah, tetapi apakah masjid murni untuk ibadah dan bersujud atau memang ada unsur kepentingan kekuasaan/politik atau adakah unsur lain. Tulisan ini diharakan menambah wawasan keilmuan tentang hubungan politik dan masjid walaupun disajikan secara singkat.
" Everyday life is politic" adalah ungkapan bahwa pada awalnya seluruh kehidupan manusia adalah politik. Termasuk dalam hal ini adalah masjid. Sedangkan manusia sendiri adalah zoon politicon. Politik secara terpisah adalah suatu metode atau suatu ilmu untuk memperoleh kekuasaan baik secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Masjid secara harfiah berarti tempat bersujud. Walaupun pada faktanya, banyak masjid hanya sekedar sasana persujudan. Masjid juga bernilai daur hidup umat Islam. Lebih dari itu masjid juga tak lepas dari analisis sosial budaya dan fakta historis. Hal ini bukan berarti mengabaikan masjid sebagai tempat ibadah. Hal ini bisa dilihat arsitektur, corak, ornamen, geometri tiap masjid. Masjid di Turki berbeda dengan masjid di Amerika Serikat, masjid di pulau Jawa berbeda dengan Masjid di pulau Sumatera, meskipun dari segi tertentu ada kemiripan. Bahkan nama masjid tertentu bisa mencerminkan ideologi tertentu. Seperti masjid " A" , " B" itu pasti milik Muhammadiyyah/ NU/ LDII dst. Maka jelas, bahwa masjid tidak bisa lepas dari interaksi sosial dan budaya. Termasuk diantaranya adalah politik.
Sejak Nabi Muhammad mendirikan masjid di Madinah memang masjid digunakan untuk menguatkan seluruh aspek kehidupan umat termasuk politik. Tentu saja politik yang dimaksud adalah politik kebaikan yang berlandaskan wahyu. Bukan politik untuk memperoleh kesenangan/ kekuasaan pribadi, kelompok, dan golongan seperti kondisi di era modern ini. Masjid yang terkontaminasi kepentingan politik "nonwahyu" memiliki efek tidak mempertegas kesakralan masjid, dan juga hanya sebagai tempat mencolokkan kabel kepentingan pribadi dalam saklar peribadatan. Hal ini tidak berarti menafikan bahwa dalam kondisi tertentu perbincangan politik dan muslim perlu dilakukan dimasjid. Jadi mungkin adalah hal sulit untuk membersihkan masjid dari politik. Tetapi yang dilakukan adalah membersihkan politik dari segala kesesatan/ kemungkaran/ kepentingan individu, kelompok dan golongan sebelum masuk masjid.
Mungkin hal inilah mengingatkan kepada umat Islam akan sebuah ayat yang artinya: " Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasukki) mesjid". ( Q.S al-A'raf: 31)
#If you knew how powerful the sujood is, you would never lift your head off of the ground#
Wallahu a'lam.
Surakarta, 14 Maret 2016


0 comments:
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar!